Road To Heritage Edisi I 2012 “Menikmati Indahnya Gugusan Candi di Sekitar Bukit Baturagung”

Oleh : Arupadhatu Indonesia

Bulan Juni 2012 ini tepatnya tanggal 14 merupakan hari Purbakala ke- 99. Terinspirasi dari hari Purbakala tersebut, Yayasan Arupadhatu Indonesia (YAI) bersama reSMILE rental mengadakan kegiatan pengenalan heritage khususnya tengible heritage kepada masyarakat umum lewat kegiatan road to heritage. Kegiatan ini selenggarakan berdasarkan pemahaman tentang pentingnya mengenalkan tinggalan budaya materi kepada masyarakat, khususnya di wilayah D. I. Yogyakarta dan sekitarnya.

Road to heritage edisi I ini memilih enam candi yang berada di wilayah timur Yogyakarta yaitu Candi Sambisari, Candi Kedulan, Candi Sari, Candi Ijo, Candi Banyunibo, dan berakhir di Candi Barong. Sasaran dari acara ini adalah mengenalkan Cagar Budaya yang terdapat Yogyakarta, khususnya candi-candi dari masa klasik Hindu – Budha.

Minggu (24/06/2012), road to heritage edisi I berhasil dilaksanakan dengan peserta yang mengikuti acara ini berasal dari berbagai elemen masyarkatat. Terdapat beberapa peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, antara lain mahasiswa, komunitas (Liburan Jogja, Malam di Jogja), BakPiaPia, Postcardnesia, Tour Bali Java, Alci Photo, dan dari masyarakat umum yang berasal dari Yogyakarta dan Semarang.

Bunderan UGM pada jam 08:00 WIB sudah diramaikan oleh teman-teman yang sudah siap untuk mengikuti acara ini dengan kendaraan roda duanya. Dengan dipandu panitia, tepat pukul 09:00 WIB, peserta telah sampai di lokasi pertama dari road to heritage edisi I ini, yaitu Candi Sambisari yang berada di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Peserta yang berjumlah + 20 orang ini tampak begitu antusias mendengar ulasan dari temen YAI mengenai Candi Sambisari. Setelah kurang lebih satu jam di Candi Sambisari, rombongan road to heritage bergegas untuk mengunjungi Candi Kedulan. Jarak Candi Sambisari dengan Candi Kedulan relatif dekat dengan waktu tempuh + 20 menit menggunakan kendaran bermotor. Di Candi Kedulan ini peserta sangat antusias sekali dengan keberadaan candi yang masih dalam tahap rekonstruksi dan proses penelitian. Berbagai unek-unek dan pertanyaanpun terlontar dari beberapa peserta kegiatan ini mengenai proses penemuan, fungsi, dan beberapa hal yang terkait dengan Candi Kedulan.

Setelah puas menikmati Candi Kedulan rombongan road to heritage melangkah ke Candi Sari yang berada di di Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Peserta sangat takjub melihat candi Budha ini, karena relatif besar dan memiliki beberapa ruangan dan terdiri dari dua lantai. Beberapa pertanyaan pun terlontar, seperti “bagaimana kehidupan para biarawan pada masa tersebut & seterusnya”.

Setelah dari Candi Sari, rombongan pun segera menuju ke lokasi yang ke- 4 yaitu Candi Ijo yang berada di Desa grojokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Medan menuju lokasi ini lumayan menanjak, tampak beberapa kendaraan bermotor dari para peserta sedikit kesulitan untuk menembus medan yang terjal tersebut. Namun, dengan semangat yang tetap terjaga para peserta akhirnya sampai juga di Candi Ijo. Banyak peserta yang tercengang melihat pemandangan Kota Yogyakarta, susunan bukit batur agung, terlebih dengan landscape dan saujana budayanya terlihat sangat indah dari atas Candi Ijo yang berada diketinggian 396 mdpl. Sejarah mencatat Candi Ijo pertama kali ditemukan pada tahun 1886 oleh H.E. Doreppa, seorang administrator pabrik gula Sorogedug ketika sedang mencari areal untuk dipergunakan sebagai lahan perkebunan tebu. Candi Ijo memiliki latar belakang agama Hindu, dan di dalam area candi terdapat satu candi induk dan tiga candi perwara.

Puas menikmati Candi Ijo, suguhan road to heritage yang selanjutnya adalah Candi Banyunibo yang lokasinya tidak jauh dari Candi Ijo. Kemudian dilanjutkan ke Candi Barong yang merupakan lokasi terakhir dari rangkaian road to heritage ini. Acara road to heritage edisi I inipun ditutup dengan menikmati sunset di Candi Barong. (nazarudin)

sumber: http://www.arupadhatu.or.id/arupadhatu/kegiatan/145-road-to-heritage-edisi-i-2012.html