Curug Pulosari

Curug Pulosari, Keindahan Yang Tersembunyi di Bantul

Curug Pulosari 01

Bantul, wilayah di sebelah selatan Yogyakarta menyimpan banyak potensi wisata alam maupun buatan. Pasti yang terpikirkan dari Kabupaten Bantul adalah tempat – tempat seperti Pantai Parangtritis, Desa Wisata Kasongan, Gumuk Pasir, bahkan terbayang Geplak yang merupakan salah satu makanan khas dari Bantul. Yap, beberapa tempat tersebut memang identik dengan Bantul. Curug Pulosari salah satu tempat yang wajib kamu ketahui dan kunjungi jika sedang berwisata ke Yogyakarta atau lagi berkeliling di Bantul.

Curug Pulosari atau oleh masyarakat setempat disebut Jurang Pulosari memiliki keindahaan yang alami. Suasana yang masih hijau dengan rimbunan pepohan dan juga karakteristik Curug Pulosari yang tersusun oleh bebatuan putih dengan sentuhan aliran sungainya membuat tempat ini unik dan lain dari air terjun pada umumnya. Untuk memaksimalkan hasrat berwisata anda, datanglah ke Curug Pulosari ini pada saat musim hujan. Debit air yang banyak saat musim penghujan menambah keindahan curug ini. Kalau anda datang pada musim kemarau, debit air mengalami penurunan. Tapi jangan khawatir, keindahan tempat ini selalu ada dan tetep asyik karena landscape di sekitar tempat ini yang sangat alami.

Curug Pulosari 05

Perlu kehati-hatian saat menuruni lembah menuju ke Curug Pulosari. Jangan gunakan sandal jepit, nanti bisa terpeleset. Terdapat beberapa himbauan yang wajib diperhatikan di tempat ini, antara lain adalah “dilarang terjun”. Fasilitas seperti toilet dan tempat sampah telah disediakan oleh pengelola dari Jurang Pulosari ini, jangan sampai membuang sampah sembarangan karena akan membuat keindahan tempat ini luntur.

Curug Pulosari terletak di Desa Krebet, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Jaraknya + 20 km dari Kota Jogja. Nah, untuk menuju tempat ini hal yang pertama kamu siapkan adalah Peta menuju lokasi dan tentunya kendaraan. Karena lokasi yang tidak terlewati transportasi publik, seperti angkutan pedesaan bahkan bis umum. Menuju ke lokasi tersebut paling ideal dengan motor atau mobil, bisa sewa motor atau sewa mobil di beberapa rental yang ada di Yogyakarta.

Pantai Watu Lawang Gunungkidul

Pantai Watu Lawang 13 - Watermark

Bibir pantai yang cukup panjang dan diselingi dengan bebatuan karang serta beberapa pohon di bagian belakang dari pantai ini menawarkan suguhan alam yang benar-benar “wow banget”, itulah kesan pertama ketika sampai di tempat ini. Yap, tempat tersebut adalah Pantai Watu Lawang yang merupakan bagian dari gugusan pantai di Gunungkidul dan menurut kami masih sangat perawan. Tanya kenapa? Soalnya pantai ini masih alami, sepi, dan kemungkinan hanya sedikit yang mengunjungi tempat ini.

Pantai Watu Lawang 07 - Watermark

Pantai Watu Lawang terletak di Kecamatan Tepus,  tepatnya berada di sebelah timur Pantai Indrayanti dan pas di sebelah barat Pantai Pok Tunggal, ya dengan kata lain dicepit oleh kedua pantai terkenal tersebut. Untuk menuju pantai ini relatif cukup mudah, dari Pantai Indrayanti tinggal lurus aja ke timur menyusuri akses jalan aspal kemdian dilanjutkan dengan jalan conblock dan cor. Waktu yang ditempuh kurang lebih 5 – 10 menit sudah sampai ke lokasi.

Pantai Watu Lawang - WatermarkAda yang unik dari penamaan Pantai Watu Lawang ini, oleh masyarakat setempat (lokal) pemberian nama tersebut terkait dengan keberadaan sebuah gua yang tepat berada di sebelah barat dari bibir pantai ini. Gua tersebut dalam bahasa Jawa bernama Watu Lawang (watu yang berarti batu dan lawang adalah pintu), yang bisa diartikan sebuah tempat yang memiliki pintu dari batu. Keberadaan Gua Watu Lawang oleh masyarakat setempat dipergunakan untuk upacara adat “Nyadranan”  yang berlangsung pada bulan Sya’ban dengan tujuan meminta berkah kepada yang Maha Kuasa untuk kegiatan pertanian masyarakat.

Pantai Watu Lawang 11 - Watermark

Di pantai ini terdapat beberapa gubug warung yang menyediakan beberapa aneka camilan, makanan, minuman, dan juga toilet. Jadi tidak usah khawatir seandainya di tengah-tengah menikmati indahnya pantai ini tiba-tiba laper, haus, atau mungkin ingin buang air, karena beberapa fasilitas tersebut bisa menjadi solusinya.

 

Candi Sambisari

Candi Sambisari 1
Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Candi ini terletak di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pertama kali ditemukan pada tahun 1966 dalam keadaan terpendam di dalam tanah  di sebuah ladang milik warga dan terpendam + 6,5 m di bawah permukaan tanah akibat sedimantasi aluvial dari Gunung Merapi.

Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang didirikan pada pertengahan abad 9 M dan diperkirakan dibangun oleh seoarang raja dari Wangsa Sailendra. Candi ini merupakan kelompok percandian yang terdiri dari sebuah candi induk dan memiliki tiga perwara di hadapan candi utama, mirip seperti candi Prambanan. Terdapat 12 umpak yang berada di selasar candi utama. Candi uatama dan ketiga candi perwara dikelilingi tembok keliling. Disekitar candi utama terdapat sebaran Lingga patok.

Candi Sambisari tidak memiliki kaki candi yang sebenarnya, sehingga alasnya sekaligus berfungsi sebagai kaki candi. Oleh karena itu relung-relung pada tubuh candi terletak hamper rata dengan lantai selasarnya. Tangga naik ke selasar diapit oleh sayap tangga yang pada ujung bawahnya dihiasi dengan makara dan disangga oleh Gana. Antara tangga naik dengan selasar terdapat gapura yang ambang atasanya berbentuk 2 kepala Kala yang menghadap ke luar dan ke dalam. Di lantai selasar terdapat 8 umpak bulat yang letaknya di atas lapik bujur sangkar dan terdapat umpak persegi yang jumlahnya 4 buah.

Candi Sambisari 3
Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Tubuh Candi Sambisari berukuran 5 x 5 m2, tingginya 2,5 m, dan dikelilingi oleh selasar yang berukuran lebar 2,5 m yang masing-masing sisinya ditutup dengan pagar langkan.

Pada sisi luar dinding tubuh dinding tubuh candi terdapat relung-relung yang dihiasi dengan kala pada bagian atasnya, dan relung-relung tersebut berisikan arca-arca utama dalam phanteon (dewa/dewi yang diakui) Hindu, yaitu arca Dewi Durgamahisasuranardhini di sebelah utara, arca Ganesha di sebelah barat, arca Agastya di sebelah selatan, dan arca dewa penjaga pintu masuk yaitu Dewa Mahakala dan Dewa Nandiswara yang sekarang ini telah hilang. Di dalam bilik candi masih terdapat lingga dan yoni.

Hiasan yang dominan di Candi Sambisari berupa hiasan-hiasan antefik pada bidang batas antar bagian. Hiasan lainnya berupa pilaster-pilaster pada pagar langkan yang memberi kesan bidang dinding pagar langkan yang memberi kesan bidang dinding pagar langkan bersekat-sekat.

Pada bagian kepala kala di atas relung-relung arca dipahat dangkal. Kepala kala memiliki gaya bunteg atau bentuk melebar. Kepala kala tidak mempunyai rahang bawah, kecuali kala di atas dua relung untuk arca Mahakala dan Nandiswara. Hiasan-hiasan lainnya berupa sulur-suluran yang dipahatkan pada tubuh candi.

Candi Sambisari 2
Perwara Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Aksesbilitas

Untuk menuju Candi Sambisari cukup mudah untuk diakses. Jaraknya ± m dari Jalan raya Jogja – Solo. Apabila akan mengunjungi candi Sambi Sari dengan kendaraan umum transportasi umum yang dapat digunakan bis transjogja A2 dan A1 dengan tarif Rp.3.000, atau naik angkot berhenti di pasar Sorogenen dari situ naik ojek. Atau bisa menggunakan sepeda atau motor sewaan.

Fasilitas

Tiket masuk ke situs candi Sambi Sari untuk dewasa Rp. 3000  dan terdapat beberapa fasilitas antara lain ruang informasi, musholla, serta toilet. Di dekat situs candi Sambisari juga terdapat penjaja makanan ringan dan angkringan.

Situs Watu Gilang, Bantul

Situs Watu Gilang 02 (small pict)

Menuju arah Gunungkidul atau sebaliknya dari Gunungkidul ke Yogyakarta kita pasti tidak asing dengan Jl. Wonosari, karena memang akses utama yanng menghubungkan kedua tempat tersebut. Ada banyak situs yang tersebar di sekitar Jl. Wonosari antara lain Situs Watu Gilang. Pasti wisatawan jarang sekali mendengar nama situs ini kan?

Situs Watu Gilang 01 (small pict)

Situs Watu Gilang berada di Dusun Gilang, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Untuk menuju situs ini kita bisa menggunakan kendaraan bermotor atau sepeda. Dari Jl. Wonosari km 8 patokannya adalah Pom Bensin yang berada di kiri jalan (kalau dari arah Jogja), diseberang jalan ada jalan masuk ke kanan (arah selatan), jalur tersebut yang kita masuki sampai ketemu Dusun Gilang (+ 1,5 km dari Jl. Wonosari). Situs ini berada di tengah pemukiman warga, sehingga sangat mudah sekali kalau kita bertanya tentang lokasi keberadaan situs ini.

Situs Watu Gilang ini berupa batu monolith berbentuk bujur sangkar. Mengenai fungsi dan dari periode mana pembuatannya masih simpang siur. Tentang kegunaannya, terkait apakah situs ini merupakan tempat semedi ataukah sebuah bangunan dengan fungsi tertentu masih belum ada kejelasannya.

Situs Watu Gilang 03 (small pict)

Disetiap dinding memiliki dua panel relief berbentuk binatang dengan kombinasi ornamen sulur-suluran tanaman. Relief dibagian panel dinding sebelah utara bergambar ikan dan musang; dinding sisi timur bergambar ikan dan sapi; sisi selatan memiliki relief kuda dan burung; serta panel dinding sebelah barat bereliefkan gajah dan kuda terbang. (Nazarudin)

Asyiknya Bersepeda Di Jembatan Gantung Selopamioro Imogiri

Sabtu, 15 Maret 2014 daerah Imogiri, Bantul menjadi pilihan bersepeda oleh reSmile Sewa Sepeda Jogja dan beberapa rekan pesepeda. Tepat pukul 06:00 pagi di kantornya Rental Sepeda Jogja reSmile, teman-teman pesepeda  dan mulai mennggenjot sepeda dengan tujuan ke jembatan gantung Selopamioro, di daerah Imogiri, Bantul.

Setelah berangkat dari kantornya reSmile, teman-teman memilih terminal bis Giwangan yang berada di ring-road selatan sebagai lokasi awal perjalanan sambil menunggu beberapa teman. Tidak butuh waktu lama, beberapa teman pesepeda sudah berkumpul di titik pertemuan awal ini. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui Jln. Imogiri Timur sebagai rutenya.

Imogiri #1
Warung Makan Sederhana di Jl. Makam Imogiri, Bantul

Continue reading

Gunung Kidul Kembangkan Objek Wisata Embung

“Kami terus melakukan inovasi, menciptakan dan mengembangkan wisata alam seperti kawasan karts, pantai dan embung supaya menjadi daya tarik wisata,” kata Syarief.

Gunung Kidul (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan objek wisata buatan dengan membangun embung seperti Embung Nglanggeran untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda) Gunung Kidul Syarief Armunanto di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan sektor pariwisata merupakan penggerak ekonomi masyarakat di Gunung Kidul.

Embung merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk menampung air dari hujan, parit atau sungai kecil, mata air serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian tanaman pangan (hortikultura), perkebunan dan peternakan.

“Kami terus melakukan inovasi, menciptakan dan mengembangkan wisata alam seperti kawasan karts, pantai dan embung supaya menjadi daya tarik wisata,” kata Syarief.

Ia mengatakan objek wisata embung di Nglanggeran memiliki daya tarik sendiri bagi pengunjung. Wisata embung sangat potensial dikembangkan di daerah-daerah yang tinggi dan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian.

“Kami sedang membuat rencana detil pengembangan wisata embung. Dalam waktu dekat ini, kami akan membangun infrastruktur jalan menuju objek wisata embung Nglanggeran. Diharapkan dengan infrastruktur yang memadai, Embung Nglanggeran semakin diminati wisatawan,” kata dia.

Saat ini, kata Syarief, objek wisata yang menjadi andalan Gunung Kidul adalah Pantai Baron, Krakal, Pulang Syawal atau Indrayanti. Sementara desa wisata andalan yaitu Gua Pindul, Sri Getuk, Kalisuci, dan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Marketing Pokdarwis Sentra Pemuda Taruna Purba Mandiri, Aris Budiyono mengatakan sejak Embung Nglanggeran diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada 19 Februairi 2013, jumlah wisatawan mengalami peningkatan hingga 30 persen.

“Sebelum ada embung, yang naik ke gunung hanya sekitar 70 wisatawan setiap harinya, sekarang bisa mencapai 100 wisatawan per hari,” kata Arif.

Menurutnya, peningkatan tersebut karena lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran yang berdekatan dengan Embung Nglanggeran.

“Lokasi Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran berdekatan. Jadi misalnya kita naik ke embung, maka keindahan Gunung Api Purba terlihat secara jelas sehingga wisatawan tertarik dan akhirnya naik gunung itu,” kata dia.

Ketua pengelola kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan wisata embung berada di area “Taman Buah” di atas Sultan Ground (tanah milik keluarga keraton) seluas 20 hektare. Di area ini ditanami berbagai jenis buah, seperti durian, kelengkeng dan rambutan. Untuk mencukupi kebutuhan air, maka dibangunlah embung.

“Dalam perkembangannya, embung ini menjadi daya tarik wisata. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk membuat wisatawan betah menikmati embung dan keindahan serta kemolekan Gunung Api Nglanggeran,” kata dia.

sumber: ANTARA News

Wisata Budaya Tradisi Alit Perlu Dikembangkan

Desa Wisata Budaya Tembi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto jogjawae.com)

YOGYAKARTA – Wisata budaya Tradisi Alit di Yogyakarta memiliki prospek yang cerah sehingga perlu dikembangkan, kata peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Prof Dr Heddy Shri Ahimsa Putra.

“Selain memiliki prospek, pengembangan wisata budaya Tradisi Alit tersebut sekaligus akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat lapisan bawah (kampung) di perkotaan dan masyarakat lapisan bawah di perdesaan,” katanya di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia pada diskusi “Desa Wisata Budaya di Yogyakarta: Modernisasi Berbasis Tradisi”, pengembangan wisata budaya itu salah satunya bertujuan untuk membangun masyarakat Yogyakarta menjadi masyarakat winisatawan (penerima wisatawan) yang berkualitas.

“Namun, potensi wisata budaya di Yogyakarta itu selama ini belum ditampilkan dengan baik. Tradisi Alit juga masih kurang mendapat perhatian dalam rencana induk pengembangan (RIP) kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” katanya.

Ia mengatakan, jika melihat tipologisasi budaya di Yogyakarta, yakni adanya Tradisi Ageng, Tradisi Alit dan budaya non-Jawa memungkinkan dikembangkannya wisata budaya dengan lebih sistematis dan terarah.

“Perkembangan pariwisata adalah salah satu bentuk gaya hidup masyarakat modern. Salah satu ciri modernitas (budaya modern) di masa kini adalah hidupnya budaya pariwisata dalam suatu masyarakat, baik budaya sebagai wisatawan (pengunjung) maupun sebagai winisatawan (penerima),” katanya.
Menurut dia, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengembangkan budaya pariwisata yang berkualitas itu antara lain mampu memberikan pelayanan kepariwisataan yang baik, selain menyajikan atraksi wisata budaya yang menarik dan fasilitas kepariwisataan yang memadai.

“Untuk DIY, pengembangan kampung dan desa menjadi kampung/desa wisata budaya merupakan sebuah langkah modernisasi yang sangat cocok. Strategi modernisasi ini tidak mempertentangkan yang modern dengan yang tradisional, tetapi membuat keduanya menjadi saling mendukung dan menguatkan,” katanya.

Ia mengatakan, pengembangan wisata budaya di Yogyakarta yang difokuskan pada Tradisi Alit akan memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat “wong cilik”.
“Mereka akan menjadi masyarakat yang modern`, tetapi tetap berakar dan berpijak pada tradisi mereka,” kata Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM itu.

sumber : ANTARAYOGYA.com

Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Rohani

Petugas membantu pengunjung Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, mengenakan sarung batik bermotif Pintu Ratna, Selasa (21/8/2012). Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan mulai mewajibkan setiap pengunjung mengenakan sarung batik tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap tempat sakral bagi umat Hindu tersebut serta untuk melestarikan batik. Pada tahap awal, pengelola tempat itu menyiapkan 5.000 helai sarung batik untuk mendukung program Sarungisasi tersebut. (KOMPAS.com)

KOMPAS.com – Indonesia menyimpan begitu banyak tempat wisata yang patut dimasukkan dalam daftar kunjungan saat liburan. Beberapa di antara tempat wisata tersebut mengadakan atmosfer sekaligus pesona religi bagi setiap orang yang berkunjung. Mengunjungi tempat-tempat religi itu, bukan hanya mendapat pengalaman baru sebab bisa jadi kadar keimanan Anda meningkat.

Bila telah menyusun rencana perjalanan ke tempat-tempat wisata rohani, Anda perlu memperhatikan hal berikut ini untuk memulai kegiatan liburan.

Pertama, tempat wisata rohani umumnya digunakan untuk beribadah, oleh sebab itu gunakan pakaian yang pantas dan sopan. Selain itu, ada kalanya terdapat tempat-tempat yang tidak boleh diinjak dengan kaki bersepatu atau bersandal. Bawalah plastik untuk menyimpan sepatu atau sandal Anda.

Kedua, beberapa tempat wisata rohani tidak mengizinkan perempuan yang sedang datang bulan untuk masuk. Oleh karena itu, jangan memaksakan
diri untuk masuk bila Anda sedang haid. Mengamati atau berfoto dari luar saja sudah cukup.

Ketiga, mengingat tempat wisata rohani diyakini sebagai lokasi yang sakral, maka jangan berisik dan taati semua peraturan bagi wisatawan. Termasuk jangan makan dan minum di dalam tempat wisata rohani meski tidak ada aturan yang melarang.

Keempat, ada beberapa tempat wisata rohani yang memiliki mata air yang dianggap suci. Bila Anda ingin mengambil airnya, disarankan secukupnya saja dan tidak perlu bersama-lama di sekitar mata air agar tidak menimbulkan antrean panjang. Yang talk kalah penting, jangan meludah sembarangan di sekitar mata air atau di kawasan tempat wisata agar kebersihannya terjaga.

Kelima, sebaiknya jangan hanya berfoto, tetapi pahami pula seluk-beluk tempat wisata tersebut. Misalnya, sejarahnya, siapa saja yang pernah berhubungan erat dengan tempat itu, atau mengapa tempat itu dianggap penting. Dengan demikian, pengetahuan Anda bertambah.

Keenam, ada kalanya tempat wisata religi menyediakan kotak sumbangan sukarela. Jika ada rezeki, talk ada salahnya Anda memberikan sumbangan. Bantuan Anda, sedikit atau banyak, akan memengaruhi kelestarian tempat tersebut. Sumbangan bisa juga diberikan dalam rupa membeli cenderamata yang ditawarkan pengelola tempat wisata.

Ketujuh, bila Anda bepergian dengan rombongan, sewalah kendaraan yang kondisinya prima. Pastikan semua penumpang dapat duduk dengan nyaman. Ini demi keselamatan dan kegembiraan Anda bersama kolega.

 

sumber: KOMPAS.com

Pelesir Sendirian? Ini Tipsnya…

Ilustrasi. Wisatawan asing memotret teratai raksasa di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat (KOMPAS.com)

KOMPAS.com – Berwisata seorang diri alias solo traveler, tentu saja sensasi yang didapat berbeda ketimbang berwisata bersama banyak orang. Tak heran jika solo traveler dituntut untuk mempunyai persiapan ekstra. Coba perhatikan hal berikut agar perjalanan Anda seorang diri terasa aman dan nyaman.

Paspor dan Visa
Jika Anda berniat untuk traveling lintas negara, cek kembali kelengkapan dokumen yang Anda miliki seperti paspor dan visa. Perhatikan pula apakah paspor yang Anda miliki masih dalam masa berlaku. Jika masa berlaku sudah lewat, ajukan permohonan paspor baru jauh hari sebelum Anda merencanakan untuk berpergian. Perhatikan pula visa yang dimiliki apakah telah tepat ke negara yang dituju.

Kota Tujuan
Pelajari tentang kota tempat Anda berlibur, budaya masyarakat, bagaimana penduduk setempat memperlakukan kehadiran orang asing, dan segala kemungkinan yang dapat terjadi di sana. Anda bisa mendapatkan informasi dari situs resmi pemerintahan kota setempat, blog traveler yang membahas tentang lokasi tersebut, teman maupun keluarga yang pernah berkunjung kesana sebelumnya.

Tinggalkan Pesan Sebelum Berangkat
Sebelum memutuskan melakukan perjalanan wisata, mungkin ada baiknya Anda menginformasikan tentang perjalanan Anda kepada orang-orang terdekat, bisa keluarga atau teman.

Beritahukan kepada mereka tempat-tempat yang mungkin Anda kunjungi, di mana Anda akan menginap. Informasikan juga transportasi yang Anda gunakan menuju ke sana, seperti jadwal penerbangan jika menggunakan pesawat, jadwal pemberangkatan kereta jika menggunakan transportasi kereta api, atau nama dan tujuan bus jika Anda memilih menggunakan transportasi bus antar kota.

Kesehatan
Pastikan Anda memiliki asuransi kesehatan yang memadai selama dalam perjalanan. Jika Anda sedang mengidap penyakit tertentu atau dalam kondisi yang mungkin riskan seperti saat hamil, sebelum  berangkat disarankan untuk memeriksakan kesehatan ke dokter serta jangan lupa untuk membawa obat-obatan selama perjalanan.

Keselamatan dan Keamanan
Selalu waspada terhadap lingkungan di sekitar Anda. Simpan nomor-nomor penting seperti instansi kepolisian pada telepon genggam Anda jika suatu saat terjadi hal-hal yang mendesak. Saat dalam perjalanan Anda merasa sedang diikuti seseorang, belokkan kaki Anda ke tempat-tempat yang ramai seperti toko dan pasar.

Meski berwisata seorang diri, tampilkan kepercayaan diri, jangan terlihat seperti orang bingung yang justru mengundang potensi bahaya. Bisa juga mempertimbangkan untuk menggunakan cincin kawin untuk menghindari gangguan sebagian orang yang mungkin ditemui di jalan.

Penginapan

Sebelum memutuskan untuk menginap, pilih penginapan dengan lingkungan yang cukup aman dan mudah dijangkau transportasi umum. Saat meninggalkan kamar tempat Anda menginap untuk mulai menjelajah kota tempat liburan, pastikan kamar yang ditinggal dalam keadaan terkunci rapat, baik jendela maupun pintu kamar. Jangan segan unntuk menelepon petugas jika Anda merasakan gangguan saat menginap.

Transportasi

Sesaat sebelum berangkat terlbih dulu pastikan aksebilitas trasnportasi di lokasi yang anda tuju. Anda bisa searching di internet mengenai askebilitas di lokasi yang akan didatangi, termasuk tentang ketersediaannya angkutan umum/publik. Jika tidak ada maka, carilah kendaraan seperti sewa motor, mobil, atau sepeda. Tetapi pastikan terlebih dahulu, baru memesan-nya jauh-jauh hari

Pakaian

Seringkali pakaian sehari-hari yang anda kenakan tak sesuai dengan budaya di kota lain. Maka saat Anda berlibur, perhatikan pula gaya berpakaian Anda. Jangan buat diri Anda terlalu mencolok berbeda dengan masyarakat sekitar. Perhatikan pula perhiasan-perhiasan yang dipakai, bila terlalu berlebihan, jangan sertakan dalam perjalanan Anda.

sumber:KOMPAS.com