Tempat Wisata di Jogja Terbaru dan Hits untuk Anak Muda

Tempat wisata di Jogja – Memiliki beragam keindahan yang dijamin seru dan menyenangkan untuk dikunjungi. Jogja menawarkan tempat wisata yang sangat lengkap mulai dari wisata alam, wisata budaya hingga wisata kuliner yang membuat siapa saja semakin betah berlama-lama untuk berlibur di Jogja.

Akhir-akhir ini di Jogja banyak bermunculan tempat wisata baru bahkan menjadi hits terutama di kalangan anak-anak muda. Dimana tempat wisata di Jogja yang terbaru tersebut dijamin seru dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Daftar Tempat Wisata di Jogja Terbaru dan Hits

Yogyakarta merupakan kota yang tak pernah sepi dikunjungi wisatawan terutama ketika musim liburan tiba. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah wisatawan yang datang ke Jogja kian bertambah untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di Jogja. Tak heran jika kini semakin banyak pula tempat wisata di Jogja yang terbaru dan bermunculan untuk memanjakan wisatawan yang datang ke Jogja.

Bahkan tempat wisata di Jogja tersebut meskipun tergolong baru tetapi sudah terkenal dan hits di kalangan anak muda. Hal tersebut tentu tak lepas dari peran sosial media yang begitu cepat mengenalkan tempat wisata baru tersebut sehingga lebih cepat pula diminati wisatawan.

Berikut ini akan dijelaskan tempat wisata di Jogja terbaru dan hits untuk anak muda yang perlu Anda ketahui.

  1. Upside Down World Jogja

    Tempat wisata di Jogja yang satu ini tergolong baru dan sangat hits bagi wisatawan terutama anak-anak muda. Objek wisata ini memiliki konsep rumah isian benda-benda asli di dalamnya. Tetapi yang unik dari rumah ini adalah sensasi terbaliki seperti berada di luar angkasa.
    Bagi wisatawan yang datang ke Upside Down World ini nantinya akan ditemani oleh pemandu yang siap menemani Anda menjelajah setiap spot. Bahkan pemandu tersebut siap membantu Anda untuk mengambil foto tanpa perlu membayar biaya tambahan. Di tempat wisata ini terdapat 8 spot seru yang bisa dijadikan lokasi berfoto mulai dari ruang tamu, dapur, kamar mandi, ruang makan, hingga ruang 3D.
    Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi tempat wisata ini silahkan datang ke Jalan Ring Road Utara Manguwoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

  2. Jogja Bay Pirates Adventure

    Bagi Anda yang gemar bermain air silahkan kunjungi Jogja Bay Pirates Adventure yang beralamat di kawasan Terpadu Manguwo City. Wahana ini juga menjadi taman wisata air terbesar di Indonesia dan memadukan unsur Jawa serta Eropa.
    Terdapat sekitar 12 wahana air serta 7 restoran yang bisa memanjakan para pengunjung di Jogja Bay. Dari 12 wahana air tersebut terdapat 3 wahana andalan Jogja Bay yang paling banyak diminati yaitu Bekti Adventure, Volcano Coaster serta Memo Racer. Selain itu terdapat pula program penerapan serta pemahaman mengenai gempa bumi dan tsunami sehingga bisa menambah wawasan terutama bagi anak-anak.

  3. Green Village Gedangsari

    Tempat wisata di Jogja yang satu ini memang sedang hits di kalangan anak-anak muda. Hal ini disebabkan karena tempat wisata ini menawarkan pemandangan alam yang eksotis dan sangat indah dari puncak bukit. Tempat ini juga sangat tepat bagi Anda pecinta fotografi karena terdapat hamparan bukit hijau yang memukau seperti yang terdapat di New Zealand.
    Terdapat pula gubuk-gubuk kecil yang bisa dijadikan tempat bersantai sambil menikmati angin semilir yang menenangkan. Bagi Anda yang berminat untuk berlibur ke Green Village Gedangsari silahkan datang saja ke Dusun Guyangan Lor tepatnya diperbatasan antara Kabupaten Gunung Kidul, Klaten dan DIY.

  4. Telaga Biru Gunung Kidul

    Tempat wisata ini memang sedang hits dan banyak diminati wisatawan yang datang ke Jogja. Bagi Anda yang berminat ingin berwisata ke Telaga Biru Gunung Kidul silahkan datang ke Dusun Ngemplak, Candirejo , Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul. Tempat wisata ini menyajikan pemandangan alam yang memukau berupa cekungan kolam yang berisi air.
    Sebetulnya cekungan kolam tersebut berasal dari bekas tambang batu putih. Tetapi dalam jangka panjang bekas galian tersebut lama kelamaan berisi air hujan dan ditumbuhi lumut dan ganggang sehingga warna airnya menjadi biru kehijauan. Keunikan inilah telaga biru kini menjadi hits di medis sosial terutama kalangan anak muda.

  5. Kalibiru Kulonprogo

    Tempat wisata di Jogja ini menyajikan gardu pandang yang berada di pohon pinus tepatnya berada di hutan wisata Kalibiru Jogja. Keunikan yang dimiliki oleh tempat wisata ini adalah pemandangan hutan pinus yang sangat istimewa. Selain itu terdapat pemandangan waduk Sermo dengan hiasanya bingkai perbukitan menorah yang dijamin sangat indah dan menakjubkan. Bahkan tempat wisata ini dianggap sebagai tempat yang romantis bagi anak-anak muda.
    Jika Anda ingin menikmati sensasi pemandangan yang berbeda dari Kalibiru ini silahkan saja datang di pagi hari karena pemandangannya akan terselimut kabut sehingga lebih eksotis. Bahkan ketika sore hari pemandangannya juga tak kalah indah karena langit senja berwarna kemerahan yang sangat memukau.

  6. Hutan Pinus Mangunan

    Hutan pinus yang satu ini berada di kawasan Bantul Yogyakarta dan kini semakin terkenal semenjak banyak anak muda yang mengunggah foto hutan ini di media sosial. Hutan pinus ini memang memiliki pemandangan yang sangat indah karena pohon pinus di hutan ini ditanam dengan rapi dan tumbuh dengan subur. Bahkan kini tempat wisata di Jogja ini terdapat pula panggung yang bisa dijadikan tempat pertunjukan teater dan musik bagi anak-anak muda.

Daftar tempat wisata di Jogja yang telah dijelaskan diatas bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berlibur ke Jogja. Tak perlu khawatir jika Anda berasal dari luar wilayah Jogja karena kini telah hadir rental motor Jogja yang siap melayani sewa motor berkualitas dan terbaik di Jogja. Kini perjalanan Anda menuju tempat wisata di Jogja yang terbaru dan hits akan semakin menyenangkan tak perlu berpindah menaiki angkutan umum.

 

Destinasi Wisata di Jogja Bertema Budaya yang Wajib Anda Kunjungi

wisata di Jogja

Wisata di Jogja – Menyajikan beragam jenis wisata termasuk salah satu yang tak boleh terlewatkan adalah wisata budaya di Jogja. Sebagai kota budaya yang masih sangat kental dengan budaya Jawanya menjadikan Jogya memiliki banyak destinasi wisata budaya yang tak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Jogja. Pastinya wisata di Jogja tersebut akan membuat jalan-jalan Anda di Jogja semakin berkesan dan menyenangkan.

Daftar Wisata Budaya di Jogja

Yogyakarta merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang dipimpin oleh seorang Sultan. Hal tersebut membuat nuansa budaya di setiap sudut Jogja masih terasa sangat kental bahkan akan membuat siapa saja merasa damai dan tenang. Selain tata kotanya yang masih terkesan tradisional, Jogja juga memiliki kegiatan seni dan budaya. Dimana kegiatan tersebut masih rutin diselenggarakan baik dalam agenda harian maupun tahunan.

Bagi Anda yang penasaran dengan wisata di Jogja berupa wisata budaya sebaiknya silahkan sempatkan waktu saat berkeliling di Jogja. Anda bisa menyaksikan wisata budaya tersebut dalam bentuk pagelaran seni diatas panggung maupun di tempat wisata di Jogja yang khusus menyajikan wisata budaya. Berikut ini akan dijelaskan daftar destinasi wisata di Jogja berupa wisata budaya yang perlu Anda ketahui.

1. Menyaksikan Proses Melukis Wayang

Wayang sudah menjadi salah satu kesenian yang populer di Indonesia. bagi Anda yang penasaran dengan pembuatan wayang, silahkan saja datang ke Rumah Tembi yang berada di Jalan Parangtritis KM 8.4, Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di tempat inilah Anda bisa menyaksikan secara langsung proses melukis wayang pada hari  Rabu mulai dari pukul 10.00-15.00 WIB. Para pengrajin di Rumah Tembi ini akan melakukan demo untuk melukis wayang dan bsia disaksikan oleh para pengunjung. Tak hanya itu, para pengujung juga bisa mendengarkan cerita dari para tokoh yang sedang mengerjakan melukis wayang tersebut. Melalui kegiatan ini Anda bisa menambah wawasan budaya sambil berlibur. Bahkan berkunjung ke Rumah Tembi ini juga tidak dipungut biaya.

2. Tari Klasik di Keraton

Tak lengkap rasanya jika ke Jogja tidak mengunjungi keratin Yogyakarta. Selain menjadi Istana Kesultanan, Keraton Yogyakarta menjadi tempat tinggal Sultan beserta seluruh keluarganya. Pengunjung keraton tak hanya bisa menyaksikan keindahan arsitektur bangunan keraton beserta peninggalan zaman kerajaan terdahulu tetapi juga bisa menyaksikan kegiatan pertunjukan seni serta budaya di dalam keraton. Tetapi pertunjukan seni dan budaya tersebut hanya diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu saja. oleh karena itu jika Anda penasaran dengan wisata di Jogja yang satu ini sebaiknya ketahui terlebih dahulu jadwal pertunjukan seni dan budaya tersebut. Untuk pertunjukkan tari klasik biasanya diselenggarakan pada hari Minggu jam 10-12 siang. Pertunjukan tari klasik tersebut juga diiringi dengan alunan musik tradisional yang dijamin akan membuat Anda terpukau. Tak perlu khawatir untuk masalah tiket, karena untuk menyaksikan tari klasik tersebut pengunjung tidak dipungut biaya melainkan hanya membayar biaya tiket masuk ke dalam keraton Jogja.

3. Demo Jamas Keris

Satu lagi wisata di Jogja yang kental dengan nilai budaya yaitu demo Jamas Keris yang merupakan kegiatan untuk memandikan keris sebagai benda pusaka. Bagi Anda yang penasaran dengan demo Jamas Keris silahkan datang ke Pendopo Tembi Rumah Budaya pada hari Jumlah tepatnya pukul 10.00-15.00 WIB. Tetatpi biasanya keris-keris dan benda pusaka lainnya hanya dimandikan ketika bukan Suro sesuai penanggalan kalender Jawa. Tetapi adanya demo memandikan keris ini diharapkan bisa sebagai sarana memperkenalkan ritual budaya bagi para wisatawan maupun masyarakat yang selama ini mungkin masih belum banyak yang tahu degan ritual tersebut.

4. Pentas Sendratari Ramayana

Bagi Anda yang mengunjungi wisata di Jogja yaitu Candi Prambanan sebaiknya jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan pentas Sendratari Ramayana. Dimana pertunjukan tersebut dilakukan di panggung Trimurti dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah. Panggung Trimurti ini merupakan panggung terbuka yang biasanya dipakai pada musim kemarau. Tetapi jika musim penghujan tiba, pertunjukan akan dialihkan ke panggung yang tertutup. Pertunjukan Sendratari Ramayana ini pantas dikagumi karena memadukan drama, tarian dan musik. Sedangkan alur ceritanya mengisahkan tentang Ramayana dan Dewi Sinta, Rahwana dan Anoman. Bagi Anda yang tertarik dengan sendratari ini silahkan datang pada pukul 19.30-21.30 WIB karena pertunjukan tersebut juga dilakukan setiap hari.

5. Ketoprak

Wisata di Jogja lainnya yang tak kalah seru menyajikan wisata budaya adalag pementasan ketoprak. Wisata budaya yang satu ini biasanya diselenggarakan di Auditorium RRI  yang beralamat di Jalan Affandi / Jalan Gejayan, Yogyakarta. Untuk jadwal pementasan hanya dilakukan pada hari Senin pertama setiap bulannya mulai pukul 20.00-24.00 WIB. Dalam pertunjukan ketoprak ini akan siguhkan teater tradisional Jawa dengan memadukan antara musik gamelan dengan drama Jawa. Sedangkan kisah yang diceritakan dalam ketoprak tersebut merupakan cerita legenda atau lainnya.

6. Museum Sonobudoyo

Museum yang satu ini merupakan museum yang memiliki nilai budaya yang tinggi karena terdapat koleksi keris yang berasal dari seluruh nusantara. Selain itu juga terdapat benda-benda sejarah lainnya yang bisa menambah wawasan Anda. Terdapat sekitar 1200 keris di dalam museum ini yang bisa disaksikan oleh para pengunjung. Bagi Anda yang penasaran silahkan datang ke museum Sonobudoyo yang berada di seberang alun-alun Utara Yogyakarta.

Daftar wisata budaya yang telah dijelaskan diatas merupakan bagian dari wisata di Jogja yang wajib Anda kunjungi. Bagi Anda yang penasaran ingin mendatangi masing-masing wisata budaya tersebut sebaiknya gunakan saja rental motor Jogja. Karena dengan menggunakan jasa rental motor Jogja Anda bisa dengan mudah dan cepat mengunjungi wisata di Jogja termasuk wisata budaya yang dijamin seru dan berkesan. Dengan begitu Anda tak perlu ragu jika ingin berkeliling Jogja karena rental motor Jogja siap menemani perjalanan Anda.

Deretan Spot Wisata Di Jogja Yang Paling Murah

wisata di Jogja

Wisata di Jogja – Melakukan perjalanan wisata di Jogja menjadi alternatif bagi banyak orang. Ya, selain dikenal sebagai kota yang memiliki sejuta pesona budayanya, Jogja juga populer dengan deretan spot wisata yang menakjubkan. Bahkan kepopulerannya tidak hanya sampai di telinga masyarakat Indonesia saja melainkan sudah didengar oleh wisatawan mancanegara.

Tidak heran, bila Anda berkunjung ke Kota Jogja, Anda akan melihat wisatawan mancanegara yang wara-wiri khususnya di beberapa spot wisata di Jogja. Karena dikenal wisatawan mancanegara, Kota Jogja menawarkan pemandangan dan budaya yang tidak kalah dengan Pulau Bali.

Deretan Spot Wisata Di Jogja Yang Terkenal Murah

Salah satu alasan mengapa banyak wisatawan Indo dan mancanegara memilih kota Jogja untuk liburan karena biayanya yang juga terjangkau. Meski budget yang kita siapkan sangat minim, kita masih bisa merasakan indahnya panorama berbagai macam tempat wisata di Jogja tanpa harus takut kehabisan bekal uang lho. Seperti deretan spot wisata berikut ini yang terkenal murah dan sayang bila tidak kita jadikan sebagai tujuan wisata akhir pekan dan masa liburan.

1. Wisata Kalibiru, Kulon Progo

Kalibiru adalah salah satu tujuan wisata di Jogja yang perlu Anda pertimbangkan. Kalibiru sendiri berada di wilayah Kulon Progo. Tak bisa dipungkiri bahwa wilayah Kulon Progo ikut andil dalam kepopuleran Kota Jogjakarta sebagai surganya tempat wisata. Bahkan, di wilayah ini kita bisa puas menikmati tenggelamnya matahari kala senja tiba.

Karena warga sekitar yang sangat peduli dengan lingkungan sekitar, tidak heran bila Kalibiru menjadi salah satu lokasi ekowisata yang hingga kini terpelihara dengan baik. Di tempat wisata tersebut para pengunjung juga bisa menikmati trecking dengan pemandangan pepohonan hijau. Nah, spot wisata di Jogja ini terbilang murah lho. Terbukti hanya dengan mengeluarkan biaya 3 ribu rupiah saja kita bisa menyegarkan mata dengan melihat panorama Kalibiru.

Tak hanya tiketnya yang terbilang ramah di kantong, di Kalibiru juga masih terdapat spot untuk berswafoto. Misalnya saja platform berukuran kecil yang terbuat dari kayu dan sengaja diletakkan di atas pinus. Untuk sampai di atas dan menikmati platform di atas pinus tersebut, kita terlebih dahulu harus mendaki beberapa tangga yang terbuat dari bambu. Setelah sampai di atas, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan Waduk Sermo yang mempesona.

2. Pantai Indrayanti, Gunung Kidul

Tempat wisata di Jogja selanjutnya ialah Pantai Indrayanti. Pantai yang satu ini letaknya berada di Gunung Kidul. Pantai Indrayanti juga menjadi pantai yang sedang naik daun di Kota Jogjakarta selain Pantai Parang Tritis dan Parang Kusumo. Daya tarik Pantai Indrayanti terletak pada keindahan pasir putihnya yang eksotis serta panorama tebing yang sangat indah. Pantai nan cantik ini bisa ditempuh dengan menggunakan motor sewaan. Bila Anda menyewa motor untuk perjalanan wisata dari pusat Kota Jogjakarta, Anda hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk tiba di Pantai Indrayanti.

Lantas berapa biaya masuk ke lokasi wisata di Jogja yang satu ini? Jangan khawatir karena untuk bisa menikmati indahnya pasir putih dan pemandangan ombaknya, Anda hanya perlu menyisipkan uang sebesar 10 ribu saja ditambah tiket parkir motor sebesar 4 ribu rupiah. Masih ingin berhemat lagi? Anda bisa membawa bekal sendiri lho dan memakannya setelah sampai di lokasi pantai. Sementara bagi para wisatawan yang tidak membawa bekal sendiri, di pantai ini sudah tersedia banyak warung yang menjajakan beragam makanan.

3. Hutan Pinus Mangunan

Ingin menyegarkan pikiran sambil update foto Instagram? Hutan Pinus Mangunan barangkali bisa jadi pilihan terbaik. Ya, Hutan Pinus Mangunan menjadi destinasi wisata yang murah di Kota Jogjakarta. Jangan khawatir, meski namanya hutan namun saat liburan, tempat wisata di Jogja ini sangat ramai dikunjungi wisatawan khususnya dari kalangan muda-mudi. Wajar saja mengingat tempat wisata murah ini menawarkan spot-spot yang Instagrammable.

Anda bisa berswafoto di beberapa spot yang menarik dengan latar belakang pemandangan pohon-pohon pinus yang berjajar rapi. Mengapa dinamakan wisata murah? Hal tersebut karena kita tidak perlu repot-repot menyiapkan biaya yang lumayan banyak untuk berwisata ke sini. Pasalnya, bila Anda ke sini tidak ada pungutan biaya. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya parkir kendaraan bermotor sebesar 2 ribu rupiah saja.

Bila Anda beruntung, di sini Anda akan menemukan pasangan-pasangan yang sedang menjalani foto maupun video prewedding lho. Nah, sama halnya dengan wisata sebelumnya, agar lebih hemat Anda tidak perlu membawa kendaraan roda empat ke sini. Anda cukup memanfaatkan penyewaan motor untuk tujuan wisata. Menyewa motor saat melakukan perjalanan wisata di Jogja lebih aman dan hemat.

4. Tebing Breksi

Wisata di Jogja tidak hanya terbatas pada wisata pantai atau wisata bersejarah misalnya Candi Borobudur, Candi Prambanan dan museum saja. Anda bisa memvariasikan tujuan wisata dengan mengunjungi tempat wisata Tebing Breksi. Spot yang satu ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Banyak orang yang berkunjung ke sini merasa seperti melihat ngarai Grand Canyon di Amerika Serikat dalam ukuran yang mini.Tidak heran bila banyak wisatawan memberikan nama Tebing Breksi sebagai duplikat Grand Canyon.

Penelitian mengungkap bahwa Tebing Breksi merupakan hasil endapan abu vulkanik di Gunung Api Purba Nglaggeran. Bentuk ukiran yang indah juga merupakan hasil tangan para penambang breksi yang sudah lama dihentikan. Tebing tersebut dikelola dengan baik oleh paguyuban warga setempat. Untuk menikmati pemandangan  indahnya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tiket. Anda hanya perlu menyiapkan biaya parkir motor sebesar 2 ribu dan mobil sebesar 5 ribu rupiah.

Itulah deretan tempat wisata di Jogja yang terkenal murah. Akses untuk menuju lokasi deretan spot di atas juga tidaklah sulit. Anda bisa menyewa motor dengan kisaran harga yang lumayan terjangkau. Dengan menyewa motor saat berwisata ke spot-spot di atas, Anda akan merasakan sensasi perjalanan wisata yang menakjubkan.

Curug Pulosari

Curug Pulosari, Keindahan Yang Tersembunyi di Bantul

Curug Pulosari 01

Bantul, wilayah di sebelah selatan Yogyakarta menyimpan banyak potensi wisata alam maupun buatan. Pasti yang terpikirkan dari Kabupaten Bantul adalah tempat – tempat seperti Pantai Parangtritis, Desa Wisata Kasongan, Gumuk Pasir, bahkan terbayang Geplak yang merupakan salah satu makanan khas dari Bantul. Yap, beberapa tempat tersebut memang identik dengan Bantul. Curug Pulosari salah satu tempat yang wajib kamu ketahui dan kunjungi jika sedang berwisata ke Yogyakarta atau lagi berkeliling di Bantul.

Curug Pulosari atau oleh masyarakat setempat disebut Jurang Pulosari memiliki keindahaan yang alami. Suasana yang masih hijau dengan rimbunan pepohan dan juga karakteristik Curug Pulosari yang tersusun oleh bebatuan putih dengan sentuhan aliran sungainya membuat tempat ini unik dan lain dari air terjun pada umumnya. Untuk memaksimalkan hasrat berwisata anda, datanglah ke Curug Pulosari ini pada saat musim hujan. Debit air yang banyak saat musim penghujan menambah keindahan curug ini. Kalau anda datang pada musim kemarau, debit air mengalami penurunan. Tapi jangan khawatir, keindahan tempat ini selalu ada dan tetep asyik karena landscape di sekitar tempat ini yang sangat alami.

Curug Pulosari 05

Perlu kehati-hatian saat menuruni lembah menuju ke Curug Pulosari. Jangan gunakan sandal jepit, nanti bisa terpeleset. Terdapat beberapa himbauan yang wajib diperhatikan di tempat ini, antara lain adalah “dilarang terjun”. Fasilitas seperti toilet dan tempat sampah telah disediakan oleh pengelola dari Jurang Pulosari ini, jangan sampai membuang sampah sembarangan karena akan membuat keindahan tempat ini luntur.

Curug Pulosari terletak di Desa Krebet, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Jaraknya + 20 km dari Kota Jogja. Nah, untuk menuju tempat ini hal yang pertama kamu siapkan adalah Peta menuju lokasi dan tentunya kendaraan. Karena lokasi yang tidak terlewati transportasi publik, seperti angkutan pedesaan bahkan bis umum. Menuju ke lokasi tersebut paling ideal dengan motor atau mobil, bisa sewa motor atau sewa mobil di beberapa rental yang ada di Yogyakarta.

Pantai Watu Lawang Gunungkidul

Pantai Watu Lawang 13 - Watermark

Bibir pantai yang cukup panjang dan diselingi dengan bebatuan karang serta beberapa pohon di bagian belakang dari pantai ini menawarkan suguhan alam yang benar-benar “wow banget”, itulah kesan pertama ketika sampai di tempat ini. Yap, tempat tersebut adalah Pantai Watu Lawang yang merupakan bagian dari gugusan pantai di Gunungkidul dan menurut kami masih sangat perawan. Tanya kenapa? Soalnya pantai ini masih alami, sepi, dan kemungkinan hanya sedikit yang mengunjungi tempat ini.

Pantai Watu Lawang 07 - Watermark

Pantai Watu Lawang terletak di Kecamatan Tepus,  tepatnya berada di sebelah timur Pantai Indrayanti dan pas di sebelah barat Pantai Pok Tunggal, ya dengan kata lain dicepit oleh kedua pantai terkenal tersebut. Untuk menuju pantai ini relatif cukup mudah, dari Pantai Indrayanti tinggal lurus aja ke timur menyusuri akses jalan aspal kemdian dilanjutkan dengan jalan conblock dan cor. Waktu yang ditempuh kurang lebih 5 – 10 menit sudah sampai ke lokasi.

Pantai Watu Lawang - WatermarkAda yang unik dari penamaan Pantai Watu Lawang ini, oleh masyarakat setempat (lokal) pemberian nama tersebut terkait dengan keberadaan sebuah gua yang tepat berada di sebelah barat dari bibir pantai ini. Gua tersebut dalam bahasa Jawa bernama Watu Lawang (watu yang berarti batu dan lawang adalah pintu), yang bisa diartikan sebuah tempat yang memiliki pintu dari batu. Keberadaan Gua Watu Lawang oleh masyarakat setempat dipergunakan untuk upacara adat “Nyadranan”  yang berlangsung pada bulan Sya’ban dengan tujuan meminta berkah kepada yang Maha Kuasa untuk kegiatan pertanian masyarakat.

Pantai Watu Lawang 11 - Watermark

Di pantai ini terdapat beberapa gubug warung yang menyediakan beberapa aneka camilan, makanan, minuman, dan juga toilet. Jadi tidak usah khawatir seandainya di tengah-tengah menikmati indahnya pantai ini tiba-tiba laper, haus, atau mungkin ingin buang air, karena beberapa fasilitas tersebut bisa menjadi solusinya.

 

Candi Sambisari

Candi Sambisari 1
Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Candi ini terletak di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pertama kali ditemukan pada tahun 1966 dalam keadaan terpendam di dalam tanah  di sebuah ladang milik warga dan terpendam + 6,5 m di bawah permukaan tanah akibat sedimantasi aluvial dari Gunung Merapi.

Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang didirikan pada pertengahan abad 9 M dan diperkirakan dibangun oleh seoarang raja dari Wangsa Sailendra. Candi ini merupakan kelompok percandian yang terdiri dari sebuah candi induk dan memiliki tiga perwara di hadapan candi utama, mirip seperti candi Prambanan. Terdapat 12 umpak yang berada di selasar candi utama. Candi uatama dan ketiga candi perwara dikelilingi tembok keliling. Disekitar candi utama terdapat sebaran Lingga patok.

Candi Sambisari tidak memiliki kaki candi yang sebenarnya, sehingga alasnya sekaligus berfungsi sebagai kaki candi. Oleh karena itu relung-relung pada tubuh candi terletak hamper rata dengan lantai selasarnya. Tangga naik ke selasar diapit oleh sayap tangga yang pada ujung bawahnya dihiasi dengan makara dan disangga oleh Gana. Antara tangga naik dengan selasar terdapat gapura yang ambang atasanya berbentuk 2 kepala Kala yang menghadap ke luar dan ke dalam. Di lantai selasar terdapat 8 umpak bulat yang letaknya di atas lapik bujur sangkar dan terdapat umpak persegi yang jumlahnya 4 buah.

Candi Sambisari 3
Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Tubuh Candi Sambisari berukuran 5 x 5 m2, tingginya 2,5 m, dan dikelilingi oleh selasar yang berukuran lebar 2,5 m yang masing-masing sisinya ditutup dengan pagar langkan.

Pada sisi luar dinding tubuh dinding tubuh candi terdapat relung-relung yang dihiasi dengan kala pada bagian atasnya, dan relung-relung tersebut berisikan arca-arca utama dalam phanteon (dewa/dewi yang diakui) Hindu, yaitu arca Dewi Durgamahisasuranardhini di sebelah utara, arca Ganesha di sebelah barat, arca Agastya di sebelah selatan, dan arca dewa penjaga pintu masuk yaitu Dewa Mahakala dan Dewa Nandiswara yang sekarang ini telah hilang. Di dalam bilik candi masih terdapat lingga dan yoni.

Hiasan yang dominan di Candi Sambisari berupa hiasan-hiasan antefik pada bidang batas antar bagian. Hiasan lainnya berupa pilaster-pilaster pada pagar langkan yang memberi kesan bidang dinding pagar langkan yang memberi kesan bidang dinding pagar langkan bersekat-sekat.

Pada bagian kepala kala di atas relung-relung arca dipahat dangkal. Kepala kala memiliki gaya bunteg atau bentuk melebar. Kepala kala tidak mempunyai rahang bawah, kecuali kala di atas dua relung untuk arca Mahakala dan Nandiswara. Hiasan-hiasan lainnya berupa sulur-suluran yang dipahatkan pada tubuh candi.

Candi Sambisari 2
Perwara Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Aksesbilitas

Untuk menuju Candi Sambisari cukup mudah untuk diakses. Jaraknya ± m dari Jalan raya Jogja – Solo. Apabila akan mengunjungi candi Sambi Sari dengan kendaraan umum transportasi umum yang dapat digunakan bis transjogja A2 dan A1 dengan tarif Rp.3.000, atau naik angkot berhenti di pasar Sorogenen dari situ naik ojek. Atau bisa menggunakan sepeda atau motor sewaan.

Fasilitas

Tiket masuk ke situs candi Sambi Sari untuk dewasa Rp. 3000  dan terdapat beberapa fasilitas antara lain ruang informasi, musholla, serta toilet. Di dekat situs candi Sambisari juga terdapat penjaja makanan ringan dan angkringan.

Situs Watu Gilang, Bantul

Situs Watu Gilang 02 (small pict)

Menuju arah Gunungkidul atau sebaliknya dari Gunungkidul ke Yogyakarta kita pasti tidak asing dengan Jl. Wonosari, karena memang akses utama yanng menghubungkan kedua tempat tersebut. Ada banyak situs yang tersebar di sekitar Jl. Wonosari antara lain Situs Watu Gilang. Pasti wisatawan jarang sekali mendengar nama situs ini kan?

Situs Watu Gilang 01 (small pict)

Situs Watu Gilang berada di Dusun Gilang, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Untuk menuju situs ini kita bisa menggunakan kendaraan bermotor atau sepeda. Dari Jl. Wonosari km 8 patokannya adalah Pom Bensin yang berada di kiri jalan (kalau dari arah Jogja), diseberang jalan ada jalan masuk ke kanan (arah selatan), jalur tersebut yang kita masuki sampai ketemu Dusun Gilang (+ 1,5 km dari Jl. Wonosari). Situs ini berada di tengah pemukiman warga, sehingga sangat mudah sekali kalau kita bertanya tentang lokasi keberadaan situs ini.

Situs Watu Gilang ini berupa batu monolith berbentuk bujur sangkar. Mengenai fungsi dan dari periode mana pembuatannya masih simpang siur. Tentang kegunaannya, terkait apakah situs ini merupakan tempat semedi ataukah sebuah bangunan dengan fungsi tertentu masih belum ada kejelasannya.

Situs Watu Gilang 03 (small pict)

Disetiap dinding memiliki dua panel relief berbentuk binatang dengan kombinasi ornamen sulur-suluran tanaman. Relief dibagian panel dinding sebelah utara bergambar ikan dan musang; dinding sisi timur bergambar ikan dan sapi; sisi selatan memiliki relief kuda dan burung; serta panel dinding sebelah barat bereliefkan gajah dan kuda terbang. (Nazarudin)

Asyiknya Bersepeda Di Jembatan Gantung Selopamioro Imogiri

Sabtu, 15 Maret 2014 daerah Imogiri, Bantul menjadi pilihan bersepeda oleh reSmile Sewa Sepeda Jogja dan beberapa rekan pesepeda. Tepat pukul 06:00 pagi di kantornya Rental Sepeda Jogja reSmile, teman-teman pesepeda  dan mulai mennggenjot sepeda dengan tujuan ke jembatan gantung Selopamioro, di daerah Imogiri, Bantul.

Setelah berangkat dari kantornya reSmile, teman-teman memilih terminal bis Giwangan yang berada di ring-road selatan sebagai lokasi awal perjalanan sambil menunggu beberapa teman. Tidak butuh waktu lama, beberapa teman pesepeda sudah berkumpul di titik pertemuan awal ini. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui Jln. Imogiri Timur sebagai rutenya.

Imogiri #1
Warung Makan Sederhana di Jl. Makam Imogiri, Bantul

Continue reading

Gunung Kidul Kembangkan Objek Wisata Embung

“Kami terus melakukan inovasi, menciptakan dan mengembangkan wisata alam seperti kawasan karts, pantai dan embung supaya menjadi daya tarik wisata,” kata Syarief.

Gunung Kidul (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan objek wisata buatan dengan membangun embung seperti Embung Nglanggeran untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda) Gunung Kidul Syarief Armunanto di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan sektor pariwisata merupakan penggerak ekonomi masyarakat di Gunung Kidul.

Embung merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk menampung air dari hujan, parit atau sungai kecil, mata air serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian tanaman pangan (hortikultura), perkebunan dan peternakan.

“Kami terus melakukan inovasi, menciptakan dan mengembangkan wisata alam seperti kawasan karts, pantai dan embung supaya menjadi daya tarik wisata,” kata Syarief.

Ia mengatakan objek wisata embung di Nglanggeran memiliki daya tarik sendiri bagi pengunjung. Wisata embung sangat potensial dikembangkan di daerah-daerah yang tinggi dan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian.

“Kami sedang membuat rencana detil pengembangan wisata embung. Dalam waktu dekat ini, kami akan membangun infrastruktur jalan menuju objek wisata embung Nglanggeran. Diharapkan dengan infrastruktur yang memadai, Embung Nglanggeran semakin diminati wisatawan,” kata dia.

Saat ini, kata Syarief, objek wisata yang menjadi andalan Gunung Kidul adalah Pantai Baron, Krakal, Pulang Syawal atau Indrayanti. Sementara desa wisata andalan yaitu Gua Pindul, Sri Getuk, Kalisuci, dan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Marketing Pokdarwis Sentra Pemuda Taruna Purba Mandiri, Aris Budiyono mengatakan sejak Embung Nglanggeran diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada 19 Februairi 2013, jumlah wisatawan mengalami peningkatan hingga 30 persen.

“Sebelum ada embung, yang naik ke gunung hanya sekitar 70 wisatawan setiap harinya, sekarang bisa mencapai 100 wisatawan per hari,” kata Arif.

Menurutnya, peningkatan tersebut karena lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran yang berdekatan dengan Embung Nglanggeran.

“Lokasi Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran berdekatan. Jadi misalnya kita naik ke embung, maka keindahan Gunung Api Purba terlihat secara jelas sehingga wisatawan tertarik dan akhirnya naik gunung itu,” kata dia.

Ketua pengelola kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan wisata embung berada di area “Taman Buah” di atas Sultan Ground (tanah milik keluarga keraton) seluas 20 hektare. Di area ini ditanami berbagai jenis buah, seperti durian, kelengkeng dan rambutan. Untuk mencukupi kebutuhan air, maka dibangunlah embung.

“Dalam perkembangannya, embung ini menjadi daya tarik wisata. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk membuat wisatawan betah menikmati embung dan keindahan serta kemolekan Gunung Api Nglanggeran,” kata dia.

sumber: ANTARA News