Curug Pulosari

Curug Pulosari, Keindahan Yang Tersembunyi di Bantul

Curug Pulosari 01

Bantul, wilayah di sebelah selatan Yogyakarta menyimpan banyak potensi wisata alam maupun buatan. Pasti yang terpikirkan dari Kabupaten Bantul adalah tempat – tempat seperti Pantai Parangtritis, Desa Wisata Kasongan, Gumuk Pasir, bahkan terbayang Geplak yang merupakan salah satu makanan khas dari Bantul. Yap, beberapa tempat tersebut memang identik dengan Bantul. Curug Pulosari salah satu tempat yang wajib kamu ketahui dan kunjungi jika sedang berwisata ke Yogyakarta atau lagi berkeliling di Bantul.

Curug Pulosari atau oleh masyarakat setempat disebut Jurang Pulosari memiliki keindahaan yang alami. Suasana yang masih hijau dengan rimbunan pepohan dan juga karakteristik Curug Pulosari yang tersusun oleh bebatuan putih dengan sentuhan aliran sungainya membuat tempat ini unik dan lain dari air terjun pada umumnya. Untuk memaksimalkan hasrat berwisata anda, datanglah ke Curug Pulosari ini pada saat musim hujan. Debit air yang banyak saat musim penghujan menambah keindahan curug ini. Kalau anda datang pada musim kemarau, debit air mengalami penurunan. Tapi jangan khawatir, keindahan tempat ini selalu ada dan tetep asyik karena landscape di sekitar tempat ini yang sangat alami.

Curug Pulosari 05

Perlu kehati-hatian saat menuruni lembah menuju ke Curug Pulosari. Jangan gunakan sandal jepit, nanti bisa terpeleset. Terdapat beberapa himbauan yang wajib diperhatikan di tempat ini, antara lain adalah “dilarang terjun”. Fasilitas seperti toilet dan tempat sampah telah disediakan oleh pengelola dari Jurang Pulosari ini, jangan sampai membuang sampah sembarangan karena akan membuat keindahan tempat ini luntur.

Curug Pulosari terletak di Desa Krebet, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Jaraknya + 20 km dari Kota Jogja. Nah, untuk menuju tempat ini hal yang pertama kamu siapkan adalah Peta menuju lokasi dan tentunya kendaraan. Karena lokasi yang tidak terlewati transportasi publik, seperti angkutan pedesaan bahkan bis umum. Menuju ke lokasi tersebut paling ideal dengan motor atau mobil, bisa sewa motor atau sewa mobil di beberapa rental yang ada di Yogyakarta.

Pantai Watu Lawang Gunungkidul

Pantai Watu Lawang 13 - Watermark

Bibir pantai yang cukup panjang dan diselingi dengan bebatuan karang serta beberapa pohon di bagian belakang dari pantai ini menawarkan suguhan alam yang benar-benar “wow banget”, itulah kesan pertama ketika sampai di tempat ini. Yap, tempat tersebut adalah Pantai Watu Lawang yang merupakan bagian dari gugusan pantai di Gunungkidul dan menurut kami masih sangat perawan. Tanya kenapa? Soalnya pantai ini masih alami, sepi, dan kemungkinan hanya sedikit yang mengunjungi tempat ini.

Pantai Watu Lawang 07 - Watermark

Pantai Watu Lawang terletak di Kecamatan Tepus,  tepatnya berada di sebelah timur Pantai Indrayanti dan pas di sebelah barat Pantai Pok Tunggal, ya dengan kata lain dicepit oleh kedua pantai terkenal tersebut. Untuk menuju pantai ini relatif cukup mudah, dari Pantai Indrayanti tinggal lurus aja ke timur menyusuri akses jalan aspal kemdian dilanjutkan dengan jalan conblock dan cor. Waktu yang ditempuh kurang lebih 5 – 10 menit sudah sampai ke lokasi.

Pantai Watu Lawang - WatermarkAda yang unik dari penamaan Pantai Watu Lawang ini, oleh masyarakat setempat (lokal) pemberian nama tersebut terkait dengan keberadaan sebuah gua yang tepat berada di sebelah barat dari bibir pantai ini. Gua tersebut dalam bahasa Jawa bernama Watu Lawang (watu yang berarti batu dan lawang adalah pintu), yang bisa diartikan sebuah tempat yang memiliki pintu dari batu. Keberadaan Gua Watu Lawang oleh masyarakat setempat dipergunakan untuk upacara adat “Nyadranan”  yang berlangsung pada bulan Sya’ban dengan tujuan meminta berkah kepada yang Maha Kuasa untuk kegiatan pertanian masyarakat.

Pantai Watu Lawang 11 - Watermark

Di pantai ini terdapat beberapa gubug warung yang menyediakan beberapa aneka camilan, makanan, minuman, dan juga toilet. Jadi tidak usah khawatir seandainya di tengah-tengah menikmati indahnya pantai ini tiba-tiba laper, haus, atau mungkin ingin buang air, karena beberapa fasilitas tersebut bisa menjadi solusinya.

 

Gunung Kidul Kembangkan Objek Wisata Embung

“Kami terus melakukan inovasi, menciptakan dan mengembangkan wisata alam seperti kawasan karts, pantai dan embung supaya menjadi daya tarik wisata,” kata Syarief.

Gunung Kidul (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan objek wisata buatan dengan membangun embung seperti Embung Nglanggeran untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda) Gunung Kidul Syarief Armunanto di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan sektor pariwisata merupakan penggerak ekonomi masyarakat di Gunung Kidul.

Embung merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk menampung air dari hujan, parit atau sungai kecil, mata air serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian tanaman pangan (hortikultura), perkebunan dan peternakan.

“Kami terus melakukan inovasi, menciptakan dan mengembangkan wisata alam seperti kawasan karts, pantai dan embung supaya menjadi daya tarik wisata,” kata Syarief.

Ia mengatakan objek wisata embung di Nglanggeran memiliki daya tarik sendiri bagi pengunjung. Wisata embung sangat potensial dikembangkan di daerah-daerah yang tinggi dan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian.

“Kami sedang membuat rencana detil pengembangan wisata embung. Dalam waktu dekat ini, kami akan membangun infrastruktur jalan menuju objek wisata embung Nglanggeran. Diharapkan dengan infrastruktur yang memadai, Embung Nglanggeran semakin diminati wisatawan,” kata dia.

Saat ini, kata Syarief, objek wisata yang menjadi andalan Gunung Kidul adalah Pantai Baron, Krakal, Pulang Syawal atau Indrayanti. Sementara desa wisata andalan yaitu Gua Pindul, Sri Getuk, Kalisuci, dan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Marketing Pokdarwis Sentra Pemuda Taruna Purba Mandiri, Aris Budiyono mengatakan sejak Embung Nglanggeran diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada 19 Februairi 2013, jumlah wisatawan mengalami peningkatan hingga 30 persen.

“Sebelum ada embung, yang naik ke gunung hanya sekitar 70 wisatawan setiap harinya, sekarang bisa mencapai 100 wisatawan per hari,” kata Arif.

Menurutnya, peningkatan tersebut karena lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran yang berdekatan dengan Embung Nglanggeran.

“Lokasi Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran berdekatan. Jadi misalnya kita naik ke embung, maka keindahan Gunung Api Purba terlihat secara jelas sehingga wisatawan tertarik dan akhirnya naik gunung itu,” kata dia.

Ketua pengelola kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan wisata embung berada di area “Taman Buah” di atas Sultan Ground (tanah milik keluarga keraton) seluas 20 hektare. Di area ini ditanami berbagai jenis buah, seperti durian, kelengkeng dan rambutan. Untuk mencukupi kebutuhan air, maka dibangunlah embung.

“Dalam perkembangannya, embung ini menjadi daya tarik wisata. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk membuat wisatawan betah menikmati embung dan keindahan serta kemolekan Gunung Api Nglanggeran,” kata dia.

sumber: ANTARA News