Candi Sambisari

Candi Sambisari 1
Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Candi ini terletak di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pertama kali ditemukan pada tahun 1966 dalam keadaan terpendam di dalam tanah  di sebuah ladang milik warga dan terpendam + 6,5 m di bawah permukaan tanah akibat sedimantasi aluvial dari Gunung Merapi.

Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang didirikan pada pertengahan abad 9 M dan diperkirakan dibangun oleh seoarang raja dari Wangsa Sailendra. Candi ini merupakan kelompok percandian yang terdiri dari sebuah candi induk dan memiliki tiga perwara di hadapan candi utama, mirip seperti candi Prambanan. Terdapat 12 umpak yang berada di selasar candi utama. Candi uatama dan ketiga candi perwara dikelilingi tembok keliling. Disekitar candi utama terdapat sebaran Lingga patok.

Candi Sambisari tidak memiliki kaki candi yang sebenarnya, sehingga alasnya sekaligus berfungsi sebagai kaki candi. Oleh karena itu relung-relung pada tubuh candi terletak hamper rata dengan lantai selasarnya. Tangga naik ke selasar diapit oleh sayap tangga yang pada ujung bawahnya dihiasi dengan makara dan disangga oleh Gana. Antara tangga naik dengan selasar terdapat gapura yang ambang atasanya berbentuk 2 kepala Kala yang menghadap ke luar dan ke dalam. Di lantai selasar terdapat 8 umpak bulat yang letaknya di atas lapik bujur sangkar dan terdapat umpak persegi yang jumlahnya 4 buah.

Candi Sambisari 3
Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Tubuh Candi Sambisari berukuran 5 x 5 m2, tingginya 2,5 m, dan dikelilingi oleh selasar yang berukuran lebar 2,5 m yang masing-masing sisinya ditutup dengan pagar langkan.

Pada sisi luar dinding tubuh dinding tubuh candi terdapat relung-relung yang dihiasi dengan kala pada bagian atasnya, dan relung-relung tersebut berisikan arca-arca utama dalam phanteon (dewa/dewi yang diakui) Hindu, yaitu arca Dewi Durgamahisasuranardhini di sebelah utara, arca Ganesha di sebelah barat, arca Agastya di sebelah selatan, dan arca dewa penjaga pintu masuk yaitu Dewa Mahakala dan Dewa Nandiswara yang sekarang ini telah hilang. Di dalam bilik candi masih terdapat lingga dan yoni.

Hiasan yang dominan di Candi Sambisari berupa hiasan-hiasan antefik pada bidang batas antar bagian. Hiasan lainnya berupa pilaster-pilaster pada pagar langkan yang memberi kesan bidang dinding pagar langkan yang memberi kesan bidang dinding pagar langkan bersekat-sekat.

Pada bagian kepala kala di atas relung-relung arca dipahat dangkal. Kepala kala memiliki gaya bunteg atau bentuk melebar. Kepala kala tidak mempunyai rahang bawah, kecuali kala di atas dua relung untuk arca Mahakala dan Nandiswara. Hiasan-hiasan lainnya berupa sulur-suluran yang dipahatkan pada tubuh candi.

Candi Sambisari 2
Perwara Candi Sambisari (Foto oleh: Khofif DR)

Aksesbilitas

Untuk menuju Candi Sambisari cukup mudah untuk diakses. Jaraknya ± m dari Jalan raya Jogja – Solo. Apabila akan mengunjungi candi Sambi Sari dengan kendaraan umum transportasi umum yang dapat digunakan bis transjogja A2 dan A1 dengan tarif Rp.3.000, atau naik angkot berhenti di pasar Sorogenen dari situ naik ojek. Atau bisa menggunakan sepeda atau motor sewaan.

Fasilitas

Tiket masuk ke situs candi Sambi Sari untuk dewasa Rp. 3000  dan terdapat beberapa fasilitas antara lain ruang informasi, musholla, serta toilet. Di dekat situs candi Sambisari juga terdapat penjaja makanan ringan dan angkringan.

Situs Watu Gilang, Bantul

Situs Watu Gilang 02 (small pict)

Menuju arah Gunungkidul atau sebaliknya dari Gunungkidul ke Yogyakarta kita pasti tidak asing dengan Jl. Wonosari, karena memang akses utama yanng menghubungkan kedua tempat tersebut. Ada banyak situs yang tersebar di sekitar Jl. Wonosari antara lain Situs Watu Gilang. Pasti wisatawan jarang sekali mendengar nama situs ini kan?

Situs Watu Gilang 01 (small pict)

Situs Watu Gilang berada di Dusun Gilang, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Untuk menuju situs ini kita bisa menggunakan kendaraan bermotor atau sepeda. Dari Jl. Wonosari km 8 patokannya adalah Pom Bensin yang berada di kiri jalan (kalau dari arah Jogja), diseberang jalan ada jalan masuk ke kanan (arah selatan), jalur tersebut yang kita masuki sampai ketemu Dusun Gilang (+ 1,5 km dari Jl. Wonosari). Situs ini berada di tengah pemukiman warga, sehingga sangat mudah sekali kalau kita bertanya tentang lokasi keberadaan situs ini.

Situs Watu Gilang ini berupa batu monolith berbentuk bujur sangkar. Mengenai fungsi dan dari periode mana pembuatannya masih simpang siur. Tentang kegunaannya, terkait apakah situs ini merupakan tempat semedi ataukah sebuah bangunan dengan fungsi tertentu masih belum ada kejelasannya.

Situs Watu Gilang 03 (small pict)

Disetiap dinding memiliki dua panel relief berbentuk binatang dengan kombinasi ornamen sulur-suluran tanaman. Relief dibagian panel dinding sebelah utara bergambar ikan dan musang; dinding sisi timur bergambar ikan dan sapi; sisi selatan memiliki relief kuda dan burung; serta panel dinding sebelah barat bereliefkan gajah dan kuda terbang. (Nazarudin)