Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Rohani

Petugas membantu pengunjung Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, mengenakan sarung batik bermotif Pintu Ratna, Selasa (21/8/2012). Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan mulai mewajibkan setiap pengunjung mengenakan sarung batik tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap tempat sakral bagi umat Hindu tersebut serta untuk melestarikan batik. Pada tahap awal, pengelola tempat itu menyiapkan 5.000 helai sarung batik untuk mendukung program Sarungisasi tersebut. (KOMPAS.com)

KOMPAS.com – Indonesia menyimpan begitu banyak tempat wisata yang patut dimasukkan dalam daftar kunjungan saat liburan. Beberapa di antara tempat wisata tersebut mengadakan atmosfer sekaligus pesona religi bagi setiap orang yang berkunjung. Mengunjungi tempat-tempat religi itu, bukan hanya mendapat pengalaman baru sebab bisa jadi kadar keimanan Anda meningkat.

Bila telah menyusun rencana perjalanan ke tempat-tempat wisata rohani, Anda perlu memperhatikan hal berikut ini untuk memulai kegiatan liburan.

Pertama, tempat wisata rohani umumnya digunakan untuk beribadah, oleh sebab itu gunakan pakaian yang pantas dan sopan. Selain itu, ada kalanya terdapat tempat-tempat yang tidak boleh diinjak dengan kaki bersepatu atau bersandal. Bawalah plastik untuk menyimpan sepatu atau sandal Anda.

Kedua, beberapa tempat wisata rohani tidak mengizinkan perempuan yang sedang datang bulan untuk masuk. Oleh karena itu, jangan memaksakan
diri untuk masuk bila Anda sedang haid. Mengamati atau berfoto dari luar saja sudah cukup.

Ketiga, mengingat tempat wisata rohani diyakini sebagai lokasi yang sakral, maka jangan berisik dan taati semua peraturan bagi wisatawan. Termasuk jangan makan dan minum di dalam tempat wisata rohani meski tidak ada aturan yang melarang.

Keempat, ada beberapa tempat wisata rohani yang memiliki mata air yang dianggap suci. Bila Anda ingin mengambil airnya, disarankan secukupnya saja dan tidak perlu bersama-lama di sekitar mata air agar tidak menimbulkan antrean panjang. Yang talk kalah penting, jangan meludah sembarangan di sekitar mata air atau di kawasan tempat wisata agar kebersihannya terjaga.

Kelima, sebaiknya jangan hanya berfoto, tetapi pahami pula seluk-beluk tempat wisata tersebut. Misalnya, sejarahnya, siapa saja yang pernah berhubungan erat dengan tempat itu, atau mengapa tempat itu dianggap penting. Dengan demikian, pengetahuan Anda bertambah.

Keenam, ada kalanya tempat wisata religi menyediakan kotak sumbangan sukarela. Jika ada rezeki, talk ada salahnya Anda memberikan sumbangan. Bantuan Anda, sedikit atau banyak, akan memengaruhi kelestarian tempat tersebut. Sumbangan bisa juga diberikan dalam rupa membeli cenderamata yang ditawarkan pengelola tempat wisata.

Ketujuh, bila Anda bepergian dengan rombongan, sewalah kendaraan yang kondisinya prima. Pastikan semua penumpang dapat duduk dengan nyaman. Ini demi keselamatan dan kegembiraan Anda bersama kolega.

 

sumber: KOMPAS.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *