Godean Sentra Kuliner Belut

Belut lado hijau Sungai Kalu. TEMPO/Febrianti
Belut lado hijau Sungai Kalu (sumber: TEMPO/Febrianti)

TEMPO.CO, Yogyakarta – Suka klethik-kethik ? Belut goreng menjadi salah satu makanan ringan, maupun oleh-oleh dari Yogyakarta.

Di Pasar Godean, Sleman, pedagang belut goreng semakin banyak. Karena itu, Pemerintah Sleman membangun sebuah sentra kuliner, yang menjual aneka makanan dari belut. “Dalam waktu dekat, para pedagang belut akan dipindah ke lokasi baru,” kata  Kepala Dinas Pasar Sleman, Tri Endah Yitnani, Minggu (5/1).

Lokasi itu, berdekatan dengan kantor Kecamatan Godean, terpisah dari pasar.  Di lokasi baru seluas 1.000 meter persegi itu, ada 52 kios, persisnya sekitar 10 kilometer di barat Kota Yogyakarta.

Selain keripik dan belut goreng, di sentra kuliner belut Godean juga tersedian aneka jenis masakan lain berbahan belut. Misalnya, mangut belut, sambel belut dan lain-lain. Layaknya sebuah lokasi trannsit wisata, tempat itu juga menyediakan tempat ibadah, kamar mandi dan tempat parkir. “Lokasi itu diproyeksikan sebagai sentra belut di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Indah.

Hidayat, 26 tahun, pegawai swasta, warga Gunungkidul itu, mengaku penasaran. Saking penasarannya, dia mengendarai motor dari Gunungkidul, hanya untuk membeli belut. “Memang rasanya sangat gurih, bagi yang senang belut pasti puas,” kata dia. MUH SYAIFULLAH

sumber: TEMPO.CO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>